
Rizky Pratama, pengusaha sukses yang penuh penyesalan, tak sengaja kembali ke masa SMA tahun 2008. Pada kehidupan baru ini, dia belajar merelakan obsesi pada materi, menemukan makna hidup, dan menghargai waktu. Perjalanan ini mengajarinya bahwa seseorang tak bisa menjadi muda dan memahami masa muda sekaligus.
